"WE Care About The Environment as Much as We Care About YOU"

Membangun HTPC berkemampuan Gaming

 
Trend PC Desktop saat ini memang sudah tak seramai dahulu. Meskipun teknologi yang hadir tetap selalu inovatif dan up to date. Ditambah lagi trend teknologi yang mengarah ke low power comsumption, HTPC sepertinya akan terus mendapat perhatian. Nah kali ini, Kita akan coba membuat sebuah opsi HTPC yang bukan sekedar didedikasikan untuk menjadi teman anda menikmati film-film favorit anda di Layar besar, tapi juga mumpuni untuk dijadikan mesin gaming berkualitas.

MotherBoard

Motherboard ukuran mini-ITX adalah wajib untuk membangun sebuah HTPC. Pertimbangan utama jelas pemangkasan konsumsi daya yang lebih rendah dibanding motherboard ukuran micro-ATX. Namun dalam opsi kali ini, mengingat VGA yang akan kita gunakan merupakan kelas mainstream yang membutuhkan space sedikit lega, otomatis casing yang kita sarankan juga casing ITX yang memiliki ruang lega pula. Efeknya, casing ukuran ini biasanya juga mendukung motherboard ukuran Micro-ATX.

Prosessor / CPU



HTPC identik dengan single tasking. Untuk itu kami merekomendasikan cukup Intel Core i3 atau AMD A6 sebagai otak utama nya. Karna Budget yang ada akan banyak kita alokasikan untuk video card.

 Memory / RAM

Resource memory yang tersedot saat kegiatan multimedia ataupun Gaming hampir serupa. Sama halnya dengan CPU, ketika lebih ke arah single Tasking, memori yang dibutuhkan tak perlu kapasitas yang ekstra besar. 8GB sudah lebih dari cukup.

Video Card 
AMD HD 7770 mengkonsumsi daya sekitar 70 hingga 80 watt saat full load, ini sangat mendukung bagi anda yang ingin membangun HTPC ukuran menengah. Mengingat power suply pada casing HTPC paling maksimal berkisar antara 180 hingga 250W, untuk itu penggunaan vga yang mengkonsumsi daya lebih dari 75watt sangat tidak di sarankan.

 
 Di kelas Menengah, HD 7770 cukup layak diperhitungkan. Dengan range harga berkisar 1,3 juta hingga 1,6 juta. AMD HD 7770 banyak diminati para entry level gamers, terutama yang mengharapkan harga AMD HD6850 turun ke kisaran under 1,5 jutaan. Maklum, di kubu AMD, HD 6850 terkenal tangguh  melahap semua game bahkan versi-versi terbaru. Di sisi spesifikasi, HD 7770 hanya menang dalam hal konsumsi daya. Sudah pasti, karena HD 7770 hanya di buat dari 640 buah SPU (Stream Processing Unit). Sedang HD 6850 di bentuk dari 960 SPU.

 


Untuk jenis output, HD 7770 rata-rata sudah membekal jenis koneksi terkini seperti Display Port dan HDMI. Jadi tidak akan bermasalah saat memadukan dengan LCD monitor anda.

PC Case
Ini yang paling penting. Pemilihan casing untuk solusi HTPC yang capable untuk gaming wajib memfokuskan pada dimensi layout dalam. Dalam artikel ini, yang kita jadikan patokan adalah dimensi VGA HD 7770. FYI, rata-rata HD 7770 memiliki dimensi panjang 22cm dan tinggi 10cm. Thermaltake DH101 yang kami sarankan ini memiliki dimensi panjang 42,6cm dan tinggi 15,3cm. Cukup untuk menampung hardware yang akan kita rakit termasuk HD 7770.



Power Suply (PSU)
Dengan PC Case yang mampu menampung PSU ukuran standar (ATX II), kita tak perlu report mencari PSU khusus ITX yang masih jarang di Indonesia. Namun perlu diingat, pemakaian hardware khususnya VGA yang menyedot daya hingga 80W, minimal PSU yang wajib kita pasang adalah 250W Pure. Atau untuk amannya, silakan pilih PSU dengan power 400W. Yang tak kalah penting, PSU wajib membekal sertifikasi 80+.


I / O Controller
Wireless adalah wajib untuk peripheral pengontrol HTPC. Sebab, tidak mungkin alat pengontrol kita menghalangi orang yang lalu lalang di depan televisi atau layar LCD. Pun begitu ketika bermain games, Xbox wireless controller bisa anda pertimbangkan.

OK, HTPC dengan kemampuan ekstra anda sudah siap. Multimedia atau Gaming, bisa berjalan beriringan
SEMOGA Bermanfaat
0

Tips Memilih Motherboard Intel: Murah Bukan Berarti Murahan

Tahun 2012 merupakan tahun nya Ivy Bridge bagi Intel. Masih menggunakan soket yang sama tetapi menawarkan performa yang lebih baik dan lebih efisien. Dengan kehadiran prosesor ini, Intel memiliki tiga jenis produk andalan dipasaran. Selain Ivy Bridge dan Sandy Bridge, Intel juga masih mengusung prosesor kelas ekstrem mereka yang itu Sandy Bridge-E. Tiga kelas prosesor dengan dua jenis soket. Pertanyaan yang paling sering kami dapatkan adalah kira-kira motherboard apa yang cocok dengan ketiga jenis prosesor tersebut? Apakah prosesor X kompatibel dengan soket X? Apakah motherboard ini bisa menggunakan prosesor X? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang banyak muncul ketika memilih motherboard, kami dari JagatReview mencoba menyusun beberapa tips singkat yang mungkin membantu Anda menentukan pilihan ketika ingin menggunakan sistem berbasis Intel.



Soket Prosesor: Mainstream VS Extreme

Sampai penghujung 2012 dan awal 2013 Intel mengusung dua buah jenis soket dipasaran. Ini mungkin ditujukan untuk memudahkan pemilihan jenis platform karena Intel memang membagi soket mereka berdasarkan kebutuhan pengguna. Di satu sisi adalah soket yang ditujukan untuk kelas mainsteam atau awam, di sisi lainnya ditujukan untuk pengguna ekstrim seperti overclocker dan pekerja multi media.

Pembagian soket bagi prosesor Intel adalah sebagai berikut :
- LGA 1155 : Soket LGA1155 lebih ditujukan kepada prosesor kelas entry level dan mainstream. Sebagian besar prosesor yang dikeluarkan Intel pada tahun 2012 menggunakan soket ini. Mulai dari Celeron yang memiliki kasta paling rendah hingga Core i7 yang menjadi puncak dari line up prosesor Intel menggunakan soket ini.
-LGA 2012 : Soket ini adalah penerus dari soket LGA 1366. Menggunakan prosesor yang dilabel Intel sebagai prosesor kelas Extreme membuatnya menjadi pilihan bagi ethusiast seperti overclocker, video editor dan 3D designer. Merujuk dari harga prosesor yang menggunakan soket ini (kurang lebih USD $ 1000), dapat disimpulkan bahwa sistem yang menggunakan soket ini lebih diperuntukan untuk bekerja dalam kapasitas profesional.

Chipset: Memilih berdasarkan Fitur

Intel memang cuma memiliki dua jenis soket, tetapi ketika bicara jumlah chipset yang hadir dipasaran terdapat kurang lebih 14 buah. Cukup untuk membuat bingung bukan? Kami akan mencoba membahas beberapa pilihan yang umum hadir dipasaran Indonesia agar Anda dapat memilih motherboard dengan chipset yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong Anda.

Jika kita bicara chipset pastilah yang membedakan satu dengan lainnya adalah fitur yang diusung oleh chipset tersebut. Sebelum Anda memilih chipset pertimbangkan kebutuhan Anda. Tentunya Anda tak ingin membayar lebih untuk fitur yang belum tentu dipakai.

Chipset 6 Series dan 7 Series  Untuk Soket LGA 1155

Untuk soket LGA 1155, Intel menghadirkan dua jenis chipset yaitu 6 series dan 7 series. Chipset 6 series diluncurkan sebagai pasangan dari prosesor Sandy Bridge, sedangkan 7 Series dikeluarkan sebagai pasangan dari Ivy Bridge. Yang menarik adalah kedua chipset ini saling kompatibel dalam hal prosesor. Sehingga Anda dapat memasangkan sebuah prosesor Ivy Bridge ke chipset 6 Series, begitu juga sebaliknya. Lalu apa yang sebenarnya membedakan kedua jenis chipset ini? Mari kita simak tabel dibawah ini.

Selain dari dukungan native untuk USB 3.0 yang hadir pada 7 series chipset, kemampuan menggunakan 3 buah monitor secara bersamaan dari internal display adalah kelebihan lainnya yang hadir pada chipset ini. Kekurangan dukungan USB 3.0 pada chipset 6 series dikompensasi oleh para produsen motherboard dengan menyertakan kontroler eksternal untuk memenuhi fungsi tersebut.

6 Series Chipset

Chipset ini memiliki beberapa varian yang hadir dipasaran. Tentunya varian tersebut memiliki fitur berbeda-beda yang disesuaikan kebutuhan pengguna. Perbedaan fitur tersebut dapat kita lihat ditabel dibawah ini.

Perbedaan yang paling jelas antara chipset diatas adalah fitur overclocking. Pada chipset H67, overclocking yang diijinkan hanya pada GPU internal, sedangkan untuk P67 overclocking hanya dilakukan pada CPU (dengan menaikkan multiplier) dan RAM. Chipset P67 tidak mengijinkan overclocking pada GPU karena chipset ini tidak diperbolehkan mengakses GPU internal. Untuk chipset Z68 semua fitur overclocking diperbolehkan. Satu hal lagi yang hanya hadir di chipset Z68 adalah fitur SSD caching. Fitur ini mengijinkan penggunaan sebuah SSD sebagai cache drive untuk hard disk yang lebih besar. Keuntungan dari fitur ini adalah kita mendapatkan kecepatan SSD (walau tidak sepenuhnya) digabungkan dengan kapasitas besar hard disk.
Seperti kita lihat ditabel diatas, chipset 6 Series ini tidak mendukung USB 3.0 secara native. Walau begitu banyak produsen motherboard yang menambahkan fitur ini dengan cara menggunakan kontroler eksternal. Tentunya dengan menambahkan USB 3.0 harga motherboard menjadi sedikit lebih mahal.
Satu hal yang perlu diingat jika ingin menggunakan chipset 6 Series dengan prosesor Ivy Bridge adalah pastikan motherboard yang Anda gunakan sudah menggunakan BIOS yang paling baru. Jika BIOS yang gunakan bukan merupakan keluaran yang paling baru ada kemungkinan motherboard tidak akan mengenali prosesor Ivy Bridge yang Anda miliki.
Jika Anda ingin mengkombinasikan chipset H61 dengan Ivy Bridge perhatikan pula jenis motherboard yang Anda gunakan. Check di website produsen motherboard mengenai kompatibilitas motherboard yang ingin Anda gunakan dengan prosesor Ivy Bridge. Beberapa motherboard dengan chipset H61 yang dijual dengan harga murah mungkin tidak mengijinkan Anda menggunakan prosesor Ivy Bridge.
Dikelas chipset 6 Series, H61 menawarkan solusi yang menarik bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Chipset ini mampu menggunakan prosesor Intel terbaru. Fitur yang penting masih tersedia walau terbatas.

7 Series Chipset

Seperti telah dibahas diatas, perbedaan antara chipset 6 series dan 7 series tidak terlalu signifigan. Lalu kenapa kita harus menggunakan chipset 7 Series? Alasan utama yang perlu diperhatikan adalah dukungannative yang hadir beberapa fitur akan membuat motherboard tersebut lebih murah jika dibandingkan ketika fitur tersebut ditambahkan dengan menggunakan kontroler eksternal.
Untuk chipset 7 Series sendiri terdapat beberapa varian yang umum hadir dipasaran. Varian apa sajakah itu dan apakah perbedaan diantara mereka? Silahkan perhatikan tabel dibawah ini.

Seperti hal chipset 6 Series, perbedaan yang paling kentara adalah fitur overclocking. Untuk mendapatkan kemampuan overclocking paling maksimal, Anda harus menggunakan chipset Z77.
Chipset B75 merupakan alternatif menarik untuk mereka yang ingin menggunakan chipset 7 series tetapi memiliki dana terbatas. Di Indonesia chipset diperkenalkan ke pasaran sebagai pengganti H61. Sayangnya harga motherboard yang menggunakan chipset ini masih sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan H61.

Chipset X79 Untuk Soket LGA 2011

Untuk soket LGA 2011 pilihan yang tersedia hanyalah chipset X79. Chipset ini adaah pengganti dari chipset X58 yang menggunakan soket LGA 1366. Berhubung merupakan platform di kelas Extreme maka fitur-fitur yang hadir pada motherboard ini pun terbilang cukup melimpah. Apa sajakah fitur yang hadir pada chipset ini? Mari kita lihat blok diagram dibawah ini.

Seperti kita lihat diatas platform ini menggunakan konfigurasi quad channel dan mengusung 40 jalur PCI-Express yang mengijinkan konfigurasi empat buah graphic card berjalan bersamaan. Yang cukup menarik adalah fitur SSD caching tidak hadir pada chipset ini.

Cooling Solution: Lebih Dingin Lebih Baik

Sebuah komponen elektronik akan bekerja lebih baik ketika dalam suhu operasional yang normal atau lebih dingin. Begitu juga komponen yang tertancap dalam sebuah motherboard. Suhu komponen menjadi lebih penting ketika mengingat bahwa Indonesia adalah negara tropis dimana kondisi suhu ambient ruangan pun cenderung lebih tinggi. Selain memastikan komponen bekerja pada kondisi optimal, suhu juga berpengaruh pada umur komponen tersebut. Jika ingin motherboard Anda berumur panjang, pastikan perangkat yang satu ini telah memiliki pendinginan yang baik.

Salah satu komponen yang wajib didinginkan adalah bagian motherboard yang disebut VRM. Bagian yang terdapat disekitar soket prosesor ini bekerja cukup keras menyalurkan daya kepada bagian sistem yang membutuhkan.

Pendingin chipset merupakan salah satu elemen penting dalam memilih motherboard. Pastikan chipset telah menggunakan heatsink yang cukup baik.

Jika memang dana memaksa Anda untuk memilih motherboard yang tidak memiliki sistem pendingin yang memadai maka kami menyarankan untuk menggunakan heatsink yang menggunakan model low profle seperti Noctua NH-C14. Keuntungan menggunakan heatsink tipe ini adalah kipas yang digunakan HSF akan menghembuskan udara ke area sekitar soket dan sekaligus mendinginkan komponen di area tersebut.
Contoh Heatsink Low Profile

Fitur Lain Yang Patut Di Perhatikan

BIOS

BIOS bukanlah suatu hal yang menakutkan. Antar muka yang diusung sekarang lebih bersahabat bagi pengguna awam. Faktor BIOS menjadi penting dalam pemilihan motherboard karena dari BIOS lah sebagian besar fitur yang hadir di motherboard diatur. Pengguna awam pasti merasa bahwa BIOS tidaklah penting karena mereka merasa tidak akan pernah menyentuhnya, entah karena takut atau pun karena merasa tidak perlu.
Para produsen motherboard telah membuat BIOS sangat user friendly. Salah satu produsen bahkan telah menyiapkan preset khusus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Produsen lainnya mempermudah pengaturan BIOS dengan menyertakan representasi motherboard dalam bentuk gambar. Itu semua dilakukan untuk mempermudah pengguna dalam memanipulasi BIOS.
Komponen motherboard ini menjadi penting lagi karena dengan BIOS lah semua parameter dan setting diatur. Bagi pengguna enthusiast ini menjadi penting karena semakin lengkap BIOS yang dihadirkan, semakin bebas sang pengguna bisa mengkostumasi pengaturan dari motherboard.
Dibawah ini adalah beberapa contoh BIOS dari beberapa produsen motherboard :




Konektivitas

Sarana input dan output yang dihadirkan sebuah motherboard menjadi salah satu faktor yang cukup penting diperhatikan.

Bagian backpanel menghadirkan segudang konektor Input/Output (I/O) baik itu untuk display, sound, storage, atau general purpose (USB). Dalam memilih motherboard Anda perlu mempertimbangkan I/O apa saja yang disediakan. Berapa banyak USB yang dibutuhkan? Perlukah konektor eSATA untuk storage? Apakah Anda membutuhkan koneksi Thunderbolt? Konektor display apakah digunakan oleh monitor Anda? Ini adalah beberapa faktor-faktor ini perlu menjadi pertimbangan.


Jika Anda ingin menggunakan konfigurasi multi graphic card, Anda harus memastikan bahwa motherboard Anda mempunyai slot PCI-Express untuk memasangkan graphic card Anda tersebut.


I/O tidak hanya hadir pada backpanel. Header pada motherboard juga menghadirkan port tambahan. Umumnya header bisa menghadirkan tambahan port USB (2.0 dan 3.0), firewire, sound dan lain-lainya. Entah dalam bentuk header USB tambahan untuk dihubungkan ke casing atau sekedar header tambahan yang dipasangkan ke slot PCI. Header-header yang tersedia pada motherboard dapat menambahkan port I/O yang dapat Anda pakai.

Sesuaikan Fitur Dengan Budget

Intel menawarkan alternatif menarik karena semua prosesor yang menggunakan LGA 1155 kompatibel dengan semua chipset dikelas mainstream (6 & 7 Series). Dengan range kompatibilitas yang cukup luas ini, Anda dapat memasangkan sebuah Core i7 3770K dengan sebuah motherboard yang menggunakan chipset H61. Sebuah chipset berharga murah tidak membuat motherboard yang menggunakan chipset tersebut murahan. Pemilihan chipset tidak bergantung pada kelas chipset tersebut, tetapi lebih kepada fitur yang diusungnya. Ini membuat faktor yang penting dalam memilih motherboard adalah fitur yang diusung masing-masing chipset dan masing-masing produsen.Tentunya semakin banyak fitur yang diusung maka semakin mahal harga motherboard.
Kami menyarankan untuk prioritaskan fitur-fitur yang Anda sangat perlukan, lalu cari motherboard yang mengusung chipset dengan fitur sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda dapat menentukan pilihan prosesor sebagai langkah terakhir. Ingatlah bahwa budget Anda akan membengkak jika Anda memiliki motherboard dengan fitur yang segudang.
Jika memang pada saat ini budget Anda belum mencukupi dan tak dapat memenuhi kebutuhan, ada baiknya Anda bersabar dan mengumpulkan dana terlebih dahulu. Jangan terburu nafsu dan akhirnya salah memilih. Sebelum memilih akan lebih baik jika Anda mempelajari pilihan yang ada dipasaran. Cara terbaik adalah dengan membaca review mengenai produk yang Anda inginkan. Kenalilah produk yang Anda ingin beli. Niscaya Anda akan terhindar dari pembuangan dana yang percuma.

Sumber
0

Komputer Terbaik 2012

Sebuah komputer sudah tidak lagi menjadi produk yang ditujukan bagi segmen pebisnis atau pekerja kantoran saja, tapi juga bagi pelajar dan ibu rumah tangga. Popularitas notebook semakin meningkat, berkat harganya yang semakin terjangkau.

Pada tahun 2012, platform ultrabook yang diperkenalkan Intel sejak tahun 2011 lalu semakin matang. Kini laptop tipis dan ringan, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan model sebelumnya, semakin memasyarakat.

Inovasi lain yang diperkenalkan di tahun 2012 adalah kehadiran sistem operasi Windows 8. Peningkatan yang dibawa Windows 8 terletak pada optimalisasi tampilan untuk perangkat berlayar sentuh. Walaupun masih pada tahap awal, serbuan perangkat berbasis Windows 8 dengan beragam konsep tampaknya akan terus berlanjut dengan agresif.

Berikut delapan komputer dan satu tablet terbaik tahun 2012 pilihan blogger teknologi Kristian Tjahjono dari YangCanggih.com:

 

Ultrabook: Asus Zenbook UX31A
Konsep ultrabook dari Intel tertuang dengan pas di Asus Zenbook UX31A. Keseimbangan harga, performa dan desain yang dimiliki UX31A mengantarkannya meraih predikat sebagai ultrabook terbaik tahun 2012.

All-in-one PC: Apple iMac

 

Apple iMac memperkenalkan evolusi komputer all-in-one terbarunya dengan desain layar tertipis di dunia. Keunggulan Apple iMac ini terletak pada inovasi dalam proses manufaktur serta kinerja yang ditawarkan. Kecantikan desainnya juga sudah tak perlu diragukan lagi.


 

Laptop multimedia: Apple MacBook Pro 15 inch Retina Display
Laptop terbaru Apple ini mengemas inovasi layar resolusi ekstra tinggi. Bahkan Retina Display yang ada di MacbookPro merupakan resolusi layar tertinggi di laptop untuk saat ini.

 

Tablet: Apple New iPad (generasi 3)
Apple New iPad masih menduduki tahta raja tablet dunia, baik dari segi kualitas dan penjualan. New iPad generasi ketiga menawarkan layar Retina Display dengan resolusi tertinggi di kelasnya, prosesor ekstra cepat dan baterai yang tahan lama. Semua diberikan dengan harga jual yang sama seperti iPad 2 saat pertama kali keluar.

 

Perangkat Windows 8: Samsung ATIV Smart PC Pro
Gabungan antara tablet dan ultrabook dari Samsung ini menawarkan sensasi berbeda. Inilah Ultrabook/tablet dengan konektivitas paling lengkap, mulai dari 3G, GPS sampai NFC. Ditunjang kinerja yang cepat dan layar Full HD, inilah perangkat Windows 8 yang akan memberikan pengalaman baru bagi para pengguna Windows versi sebelumnya.

 

Notebook: Acer Aspire One 756
Walau sekilas lebih mirip netbook, Acer Aspire One 756 telah menggunakan prosesor Intel Celeron baru yang jauh lebih unggul dari Atom. Dengan harga di bawah Rp4 juta, Anda sudah bisa membawanya pulang lengkap dengan OS Windows 7!!

 

Desain laptop: Acer Aspire S7
Ultrabook berlayar sentuh andalan Acer ini tidak hanya tampil sebagai yang tertipis dan paling ringan, tapi juga paling cantik. Desain canggihnya patut diacungi jempol. Acer berhasil memasukkan Gorilla Glass 2 ke dalam struktur bodi S7 sehingga memberikan ketahanan ekstra terhadap benturan dan goresan.

 

Laptop bisnis: Lenovo ThinkPad X230
Dengan ketangguhan fisik dan kinerjanya, ThinkPad X230 dapat diandalkan untuk keperluan bisnis. Kenyamanan keyboard, kualitas rancang bangun yang kokoh serta fitur keamanan yang terbaik di kelasnya menjadikan Lenovo ThinkPad X230 sebagai laptop bisnis terbaik di tahun 2012.


sumber
0

Tips Memilih Motherboard AMD

AMD baru saja menutup tahun 2012 dengan memperkenalkan dua buah prosesor baru., yaitu Trinity dan Vischera. Salah satunya menggunakan socket yang berbeda dengan generasi terdahulu sedangkan yang lainnya masih menggunakan socket yang sama. Hal ini tentunya membuat calon pengguna prosesor-prosesor baru ini sedikit bingung ketika ingin memilih motherboard yang cocok untuk menggunakan prosesor baru tersebut. Belum lagi mempertimbangkan faktor-faktor lainnya yang penting ketika menentukan pilihan motherboard berbasis AMD yang cocok dengan kebutuhan dan dana yang Anda miliki.
Kira-kira faktor apa sajakah yang harus diperhatikan ketika memilih motherboard? Kami dari JagatReview mencoba menyajikan tips singkat dalam memilih motheboard yang menggunakan prosesor AMD.

Socket Prosesor: Socket Tepat Untuk Prosesor Yang Tepat

Pada saat ini AMD mengusung tiga jenis socket untuk prosesor mereka yang hadir pasaran. Jika dulu AMD terkenal dengan mempunyai yang saling kompatibel satu sama lain, kali ini solusi yang hadirkan mereka ke pasaran sedikit berbeda. Di satu sisi terdapat platform yang dikhususkan untuk kelas enthusiast dan kelas lainnya yang lebih difokuskan kepada solusi yang lebih mainstream.


Ketiga socket yang hadir pasaran adalah sebagai berikut :

- AM3 / AM3+: Socket ini merupakan socket yang paling umum ditemui dipasaran Indonesia saat ini. Cukup wajar mengingat jumlah prosesor yang kompatibel cukup banyak. Mulai solusi murah yang hadir dalam bentuk seri Athlon II hingga solusi kelas atas seperti  seri FX berbasis Bulldozer seperti FX-8150 hingga processor terbaru seperti FX-8350.

- FM 1: Socket yang berumur kurang lebih 1,5 tahun ini merupakan solusi yang ditawarkan AMD bagi kelas mainstream. Dengan mengintegrasikan Graphic Processing Unit (GPU) kedalam Central Processing Unit (CPU) AMD mencoba menawarkan sebuah platform yang lebih ringkas. AMD menyebut solusi ini sebagai APU atau Accelerated Processing Unit. Prosesor yang kompatibel dengan socket ini adalah APU generasi pertama seperti  seri A4,A6, A8 tipe 3xxx.

- FM 2:  Socket ini merupakan penerus dari FM1. Dengan menggunakan APU generasi berikutnya yang berbasis pada arsitektur Piledriver dan dilengkapi dengan GPU yang lebih bertenaga dari sebelumnya, membuat APU yang menggunakan socket ini menjadi solusi ideal untuk mainstream gaming machine. Prosesor yang diusungnya pun berbeda dengan pendahulunya. Socket ini kompatibel dengan APU dengan tipe seri A4, A6, A8 dan A10 dengan jenis 5xxx. Perlu diperhatikan bahwa APU yang digunakan pada socket FM 1 tidak kompatibel dengan FM2, begitu pula sebaliknya.

Cara mudah membedakan keduanya adalah perhatikan nomor seri dari APU tersebut, jika dimulai dengan 3 seperti 3870 dan 3850 maka dia merupakan prosesor FM. Jika nomor seri APU dimulai dengan angka 5 seperti 5800K dan 5600K maka dia adalah prosesor yang menggunakan socket FM2.
Telitilah ketika memilih pasangan antara motherboard dan prosesor. Pastikan motherboard yang Anda beli cocok dengan processor yang Anda miliki.

Chipset: Sesuaikan Dengan Fitur Yang Dibutuhkan

Seperti halnya prosesor, AMD juga memiliki tiga buah chipset yang hadir dipasaran. Ketiganya merupakan pasangan dari ketiga socket prosesor yang telah kita bahas diatas.

 

Chipset Seri 9 Untuk AM3/AM3+

Chipset ini merupakan pasangan dari prosesor yang menggunakan socket AM3/AM3+. Chipset seri 9 dari AMD masih menggunakan kombinasi dari Northbridge dan SouthBridge. Terdapat 3 pasang kombinasi dari NorthBridge dan SouthBridge yaitu 990FX + SB950, 990X + SB950 dan 970 + SB950. Apa yang membedakan ketiga kombinasi diatas dari satu sama lain? Mari kita simak tabel dibawah ini.


Jika kita lihat diatas ketiganya hampir identikal. Yang membedakan adalah kemampuan chipset untuk menjalankan konfigurasi multi graphic card. Pada chipset 970, kemampuan ini tidak dihadirkan. Sedangkan pada kombinasi 990X + SB950 mampu mendukung dua graphic card berjalan dalam konfigurasi Crossfire. Kemampuan menjalankan empat buah graphic card sekaligus hanya hadir pada chipset 990FX.

Chipset Untuk FM 1

Platform yang menggunakan socket FM1 tidak lagi menggunakan kombinasi dari Northbridge dan SouthBridge. Kombinasi tersebut diganti dengan AMD sebut sebagai Fusion Controller Hubs (FCH). Terdapat dua varian FCH yang hadir untuk “menemani” APU berbasis LLANO ini. Keduanya adalah A55 dan A75. Perbedaan antara keduanya dapat kita lihat ditabel dibawah ini.


Kedua FCH diatas memiliki fungsi kurang lebih sama. Tetapi terdapat perbedaan fitur yang membuatnya sedikit berbeda. FCH A55  mendukung 6 buat slot SATA 3GB secara native, tetapi tidak mendukung SATA 6GB dan USB 3.0. Sebaliknya, FCH A75 hanya mendukung SATA 6GB dan telah mendukung USB3.0 secara native.

Beberapa produsen mencoba menawarkan solusi controller external untuk menambahkan  fitur SATA 6GB dan USB 3.0 pada FCH A55. Motherboard dengan solusi ini bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan fitur yang hadir FCH A75 tanpa harus membayar harga yang lebih mahal.

Chipset Untuk FM2

Walau menggunakan socket yang berbeda, tetapi yang menarik adalah bahwa FM2 masih menggunakan chipset yang dengan pendahulunya. Selain dari A55 dan A75, terdapat juga FCH yang khusus dihadirkan sebagai pasangan dari FM 2 yaitu A85X. Apa yang membedakan FCH baru ini dengan kedua pendahulunya? Silahkan simak tabel dibawah ini.


Selain menghadirkan dukungan RAID 5, A85X juga menambahkan jumlah port SATA 6GB yang didukung secara native dari 6 (yang didukung A75) menjadi 8 buah. Fitur lain yang ditambahkan adalah kemampuan menjalankan dua buah graphic card dalam konfigurasi multi GPU.

Pemilihan chipset yang sesuai lebih tergantung pada memutuskan fitur apa saja yang Anda butuhkan dan tidak dibutuhkan. Secara performa dalam kondisi standard maka performanya antar chipset tak jauh berbeda. Perbedaan fiturlah yang menjadi kunci memilih chipset yang tepat. Perlu diingat bahwa semakin banyak fitur yang dihadirkan tentunya harga yang harus Anda bayarkan tentunya akan lebih mahal. Pikirkan baik-baik kebutuhan Anda dan seimbangkan dengan kondisi kantong.

Cooling Solution: Lebih Dingin Lebih Baik

Sebuah komponen elektronik akan bekerja lebih baik ketika dalam suhu operasi yang normal atau lebih dingin. Begitu juga komponen yang tertancap dalam sebuah motherboard. Suhu komponen menjadi lebih penting ketika mengingat bahwa Indonesia adalah negara tropis dimana kondisi suhu ambient ruangan pun cenderung lebih tinggi. Selain memastikan komponen bekerja pada kondisi optimal, suhu juga berpengaruh pada umur komponen tersebut. Jika ingin motherboard Anda berumur panjang, pastikan perangkat yang satu ini telah memiliki pendinginan yang baik.


Salah satu komponen yang wajib didinginkan adalah bagian motherboard yang disebut VRM. Bagian yang terdapat disekitar socket prosesor ini bekerja cukup keras menyalurkan daya kepada bagian system yang membutuhkannya.

Sedikit catatan bagi pengguna prosesor berbasis PileDriver seperti Trinity dan Vischera, pilihlah motherboard yang memiliki pendingin VRM yang mencukupi. Pada pengujian kami terlihat kedua yang menggunakan prosesor diatas cukup memaksa VRM motherboard bekerja ekstra keras.


Pendingin chipset merupakan salah satu elemen penting dalam memilih motherboard. Pastikan chipset telah menggunakan heatsink yang cukup baik.

Jika memang dana memaksa Anda untuk memilih motherboard yang tidak memiliki sistem pendingin yang memadai maka kami menyarankan untuk menggunakan heatsink yang menggunakan model low profle misalnya seperti Noctua NH-C14. Keuntungan menggunakan heatsink tipe ini adalah dia akan menghembuskan udara ke area sekitar socket dan sekaligus mendinginkan komponen di area tersebut.

Fitur Lain Yang Patut Di Perhatikan

BIOS

BIOS bukanlah suatu hal yang menakutkan. Interface yang diusung sekarang lebih bersahabat bagi pengguna awam. Faktor BIOS menjadi penting dalam pemilihan motherboard karena dari BIOS lah sebagian besar fitur yang hadir di motherboard diatur. Pengguna awam pasti merasa bahwa BIOS tidaklah penting karena mereka merasa tidak akan pernah menyentuhnya, entah karena takut atau pun karena merasa tidak perlu.

Para produsen motherboard telah membuat BIOS sangat user friendly. Salah satu produsen bahkan telah menyiapkan preset khusus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Produsen lainnya mempermudah pengaturan BIOS dengan menyertakan representasi motherboard dalam bentuk gambar. Itu semua dilakukan untuk mempermudah pengguna dalam memanipulasi BIOS.

Komponen motheboard ini menjadi penting lagi karena dengan BIOS lah semua parameter dan setting diatur. Bagi pengguna enthusiast ini menjadi penting karena semakin lengkap BIOS yang dihadirkan, semakin bebas sang pengguna bisa mengkostumasi pengaturan dari motherboard.

Dibawah ini adalah beberapa contoh BIOS dari beberapa produsen motherboard :





Konektivitas

Sarana input dan output yang dihadirkan sebuah motherboard menjadi salah satu faktor yang cukup penting diperhatikan.


Bagian backpanel menghadirkan segudang konektor Input/Output (I/O) baik itu untuk display (jika ada), sound, storage, atau general purpose (USB). Dalam memilih motherboard Anda mempertimbangkan mengenai I/O yang dibutuhkan. Berapa banyak USB yang dibutuhkan? Perlukah konektor eSATA untuk storage? Konektor display apakah digunakan oleh monitor Anda? Faktor-faktor ini perlu menjadi pertimbangan.

I/O tidak hanya hadir pada backpanel. Header pada motherboard juga menghadirkan port tambahan. Umumnya header bisa menghadirkan tambahan port USB (2.0 dan 3.0), firewire, sound dan lain-lainya. Entah dalam bentuk header USB tambahan untuk dihubungkan ke casing atau sekedar header tambahan yang dipasangkan ke slot PCI, komponen ini juga perlu menjadi pertimbangan.

Jangan Asal Murah

Faktor yang paling penting dalam memilih motherboard adalah menyesuaikan kebutuhan dengan budget yang dimiliki. Jika memang pada saat ini budget Anda belum mencukupi dan tak dapat memenuhi kebutuhan, ada baiknya Anda bersabar dan mengumpulkan dana terlebih dahulu. Jangan terburu nafsu dan akhirnya salah memilih. Sebelum memilih akan lebih baik jika Anda mempelajari pilihan yang ada dipasaran. Cara terbaik adalah dengan membaca review mengenai produk yang Anda inginkan. Kenalilah produk yang Anda ingin beli. Niscaya Anda akan terhindar dari pembuangan dana yang percuma.

0